Sabtu, 07 Mei 2016

Safety Riding Course HTML Indonesia - 2016


Bro Ical dari Team HSRT HTML Bogor sedang memberi pengarahan safety riding kepada salah seorang peserta SRC.

Hari Sabtu, 30 April 2016, kembali Honda Tiger Mailing List (HTML) – sebuah  komunitas pengendara Honda Tiger terbesar di Tanah Air, kembali mengadakan program tahunannya yaitu Safety Riding Course (SRC). Kali ini acara tersebut diadakan di daerah sejuk, Bogor, tepatnya di Udiklat PLN Cibogo Megamendung. Kondisi area yang lapang dengan jalanan beraspal mulus itu menjadi lokasi yang tepat bagi penyelenggaraan SRC yang diikuti oleh 43 peserta itu. Tercatat beberapa daerah yang di komunitas HTML disebut simpul wilayah itu mengikuti acara tersebut. Tercatat wilayah Bogor sebagai tuan rumah, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, Lampung, Jogjakarta, Tangerang dan wilayah Parahiyangan. Tidak hanya itu, beberapa peserta umum juga mengikuti kegiatan ini. Khusus bagi member HTML, setelah mengikuti SRC, mereka berhak mendapatkan NRA (Nomer Resmi Anggota).

Senin, 15 Juni 2015

Interested moment at Kopdar Cucurak

Lain emang kalau yang difoto jago kungfu...

Keikhlasan mendasari langkah kita dalam suatu wadah komunitas ini. Kopdar cucurak kemarin memang masih jauh dari harapan kami untuk bertatap muka dengan member2 HTML Bogor terutama member2 yang lebih dulu bergabung. Namun kami yakin ketidak hadiran kawan-kawan mungkin karena mempunyai suatu hal yang tidak bisa ditinggalkan.Terima kasih atas sunbangan kue-kue dan kopi untuk kita nikmati bersama dalam canda tawa dan suasana keakraban malam kemarin. Tak disangka Om Jo datang menggunakan sepeda, tak tampak lelah dari wajahnya senyum khasnya menambah kehangatan kami bercengkrama bersama melewati malam minggu kami.

Rabu, 31 Desember 2014

Jambore Bikers Nusantara-HUT HTML Ke-12






Dinar Ariefianto, HTML 001 menerima potongan tumpeng dari Panitia yang diwakili oleh bro Fajar Basuki



Malam tahun baru 2015 masih tersisa empat hari lagi, tapi malam itu, bunyi petasan dan pijar kembang api sudah mewarnai langit di area bumi perkemahan Ragunan. Bunyi dan ledakannya membahana menerangi langit yang sejak Sabtu siang memang tak kunjung cerah. Lagu selamat ulang tahun dari grup band Jamrud yang malam itu dibawakan oleh Lakita Band membuat seluruh biker yang memenuhi lapangan berjingkrak bersama dalam ritme yang meriah. Suara ngebas Abah TAB dan suara merdu Mellisa Al Latief yang malam itu didapuk menjadi MC terdengar harmonis melalui pengeras suara, saling bergantian senada seirama mengumandangkan nuansa bahagia, berkali-kali mengucapkan selamat ulang tahun kepada HTML. Ya, malam itu, bumi perkemahan Ragunan menjadi milik HTML yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 12. Acara yang dibesut dengan nama Jambore Bikers Nusantara itupun berlangsung dengan sangat, sangat meriah. Bisa dipastikan, acara ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian acara anniversary bikers di tahun 2014 ini.
 

Jumat, 06 April 2012

Seminar Biker Bogor

B3, Biker Bogor Bersatu.

Minggu, 1 April 2012 kemarin, saya bersama beberapa teman HTML menghadiri sebuah acara seminar. Yang agak berbeda, seminar kali ini diadakan di sebuah gedung pemerintahan, yaitu di balai kota Bogor. Maka, kami bersama ratusan biker lainnya sekota Bogor yang terbiasa berkumpul di suasana “jalanan”, kali ini harus duduk rapi di tempat yang adem di ruang rapat 1 balai kota Bogor, selayaknya anggota dewan. Tapi tentu saja, namanya juga biker, tetap saja nuansa kebersamaan, persaudaraan,  keterbukaan dan kegokilan mewarnai jalannya seminar. Seminar yang bertajuk “Kesehatan dan Keselamatan Biker Serta Pemaparan Arah Perkembangan Lalulintas Kota Bogor dan diprakarsai oleh Terimal Biker ini memang penuh dengan materi-materi pembahasan per-biker-an yang berkembang di kota Bogor. Di sinilah kami para biker merasa bangga karena dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah.

Minggu, 12 Februari 2012

Oh My God....!

Yang muda yang bergaya, yang muda yang melanggar..... who's care?(pic :PR online)


Entah mengapa, akhir-akhir ini saya malas mengendarai motor untuk bepergian. Barangkali dengan semakin hilangnya rasa aman saat di jalan raya membuat nafsu mbejek gas semakin berkurang seiiring dengan rasa ketakutan yang semakin membesar. Bagaimana rasa takut tidak semakin membesar jika setiap hari, televisi, koran, atau bahkan obrolan sesama teman isinya berupa berita-berita kecelakaan yang semakin menjadi santapan sehari-hari. Korban terkapar semakin bertebaran seirama dengan tingkah polah pengguna jalan yang semakin semau gue.

Beberapa waktu lalu, saat menemui kemacetan parah di sekitar pasar Cibinong dalam perjalanan menuju Cibubur, seperti biasa saya langsung menduga pelakunya adalah oknum sopir angkot yang ngetem sembarangan. Dan ketika melewati pusat kemacetan, barulah saya ngoh ternyata penyebabnya adalah karena kecelakaan. Sepertinya kecelakaan tunggal, karena saya hanya melihat satu motor yang tergeletak di pinggir jalan. Tidak jauh dari motornya, diantara kerumunan manusia yang menyemut, sang biker hanya terlihat ujung kedua kakinya, jari-jarinya sudah kaku memutih, kotor oleh debu dan sedikit darah, terbaring kaku tertutup koran. Sepatunya menghilang seiring dengan nyawanya menghadap sang khalik. Pemandangan sekilas yang hanya berlangsung sekian detik itu langsung mengurutkan niat saya untuk menggeber gas selepas kemacetan.

Kamis, 27 Oktober 2011

(Di Jalan Raya) Betapa Dekatnya Kita Dengan Maut!

Sebenarnya bisa dihindarkan....

Judulnya jelas sangat berarti dan pasti diiyakan oleh mereka yang peduli akan savety riding. Mungkin juga akan dicuekin oleh mereka yang berprinsip “motor aing kumaha aing”. Tapi peduli atau tidak, sadar atau tidak sadar, kecelakaan di jalan raya bagaikan pemangsa yang siap sedia menunggu kelengahan kita. Bahkan baru-baru ini Marco Simoncelli, pembalap motoGP yang balapan dengan standar keamanan tertinggi di duniapun terenggut jiwanya menyusul Daijiro Kato yang meninggal dunia di even yang sama tahun 2003 silam. Tidak perlu diceritakan betapa tragisnya saat Simoncelli tertabrak motor rivalnya setelah terguling di aspal dengan helm terlepas dari kepala, atau betapa mengerikannya melihat motor Daijiro Kato yang hancur berkeping-keping saat menabrak dinding pembatas lintasan.

Kamis, 13 Oktober 2011

Turing THB HTML Bogor : Meraung Dalam Kesunyian.......

 Deru macan membelah sunyinya hutan.
Menyatukan nafas kami dengan rumput dan pepohonan.
Tiada kata terucap selain mata tajam menatap.
Menembus malam dalam indahnya pekat.
Sebuah kebersamaan bersama para sahabat……..
(Sebuah malam di jalur pameungpeuk-cianjur selatan, turing THB Bogorianz 2011)

Apa yang para biker bayangkan sewaktu menyusuri jalan berliku dan merasakan terpaan angin sewaktu melampiaskan sebuah hasrat maskulin bernama turing? Apakah mereka membayangkan dirinya menjadi Valentino Rosi, Casey Stoner atau Jorge Lorenso yang kemampuan manuvernya merajai sirkuit motoGP? Barangkali ada juga yang membayangkan dirinya bak Ali Topan, pemuda yang gemar mengendarai motor mengejar kebebasan. Kalau saya jelas memilih sebagai diri saya sendiri, seorang manusia yang ternyata memiliki keterbatasan. Hasrat untuk terus melaju demi mengejar sunrise dan hembusan sejuk angin pagi di pantai Pangandaran pupus sudah disaat perjalanaan turing kesana terpakasa dihentikan karena rasa kantuk dan lelah yang tidak bisa diajak kompromi. 5 jam melaju diatas tiger sejak kami berangkat dari Tajur Bogor jam 10 malam dan kemudian menyusuri jalur Puncak, Cianjur, Bandung, Cilenyi ternyata sudah cukup menguras energi. Setelah mata tidak bisa fokus melihat kendaraan di depan termasuk melihat tiger bro Wahyu yang melaju 2 meter di depan saya, terpaksa saya harus mengangkat tangan kiri, tanda saya harus berhenti. Bro Eko, sang sweeper yang dengan setia membuntuti saya di belakang sejak saya mengurangi speed sigap menghampiri. Setelah saya jelaskan bahwa saya tidak kuat lagi meneruskan perjalanan, segera saja dia menarik handle gas mengejar sebagian rombongan yang terus meluncur di depan.

Kamis, 08 September 2011

Bakso Bro Brank!

Abang bakso tersangar se-Bogor.....

Saat berkunjung untuk pertama kalinya di warung bakso milik bro Brank di bulan Agustus kemarin, untuk pertama kali itu jugalah saya bertemu dengan pemiliknya. Agak kebangetan memang, setelah bergabung dengan HTML Bogor selama dua tahunan, baru pertama kali inilah saya bertemu dengan bro yang satu ini, setelah sebelumnya beberapa kali kita hanya saling bertegur sapa, lewat milis atau facebook. Di HTML Bogor sendiri, bro Brank bisa dibilang termasuk angkatan “tua” alias sudah bangkotan bertualang ala biker terutama dalam pengalaman turing dengan tiger hijaunya. Wajah dan tubuh gaharnya jelas sama sekali tidak menggambarkan pengusaha bakso atau segala hal yang berbau kuliner. Sosoknya yang bergaya biker sejati buat saya lebih cocok untuk bekerja di sektor perangkat keras atau hal yang membutuhkan kerja otot lainnya. Tapi setelah ngobrol untuk beberapa lama sesaat sebelum rapat pengurus HTML Bogor tempo hari itulah, akhirnya saya menyadari bahwa bidang usaha per-bakso-an adalah bidang yang paling tepat digelutinya.


Senin, 04 Juli 2011

Bogorianz Motovaganza (2)

Awasss, ane mau nikung.....

Pantatnya sungguh sexy. Begitu serasi menopang tubuhnya yang juga terlihat semok. Keberaniannya memamerkan ke semua pengunjung yang kebanyakan kaum adam ini patut diacungi jempol. Bahkan dengan pasrahnya dia membiarkan pantat sexy dan seluruh bagian tubuhnya dijamah, diusap atau diremas oleh mereka yang ingin. Pernak-pernik dan assesoris indah nan gemerlapan yang menghiasi sekujur body-nya menambah genit penampilannya. Sebuah stiker bertuliskan “asal tau aja, nie bagian dari hidup gue” menempel di belahan pantat sebelah kirinya yang montok itu. Seorang juri yang tidak tahan akhirnyapun menungganginya! What? Menungganginya? Ya gambaran indah itu merupakan sosok vespa lansiran tahun 80-an yang dimodif dengan sangat sexy. Dan kejadian ditungganginya sosok sexy itu terjadi pada gelaran Motovaganza hari ke 2 di Bogor Nirwana Residance pada sesi penjurian motor modification contest.

Sabtu, 02 Juli 2011

Bogorianz Motovaganza (1)

Pokoknya meriah, pokonya narsis........

Meriah. Ini adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan betapa semaraknya acara Motovaganza yang disponsori oleh produsen ban motor IRC ini. Acara oleh dan untuk para Biker kota Bogor ini berlangsung di Orchid Road, Bogor Nirwana Residence, sebuah hunian eklusif di kota Bogor. Di tempat ini terdapat wahana “Ancolnya Bogor” yaitu The Jungle. So, jika para biker yang membawa keluarga, sehabis menyambangi acara motovaganza ini bisa langsung meluncur ke Jungle dan bermain wahana air sampai keling bersama keluarga.

Oya, Bogorianz sendiri memiliki sebuah stand di acara tersebut. Salah seorang Bogorianz yaitu bro Epen malah merupakan salah satu panitia dari acara ini. Sewaktu saya sampai di lokasi sekitar jam 11 siang, sudah bersemayam tiga orang Bogorianz. Ada bro Genta, bro Kiki dan bro Andri yang sedang sibuk mempersiapkan barang dagangan. Sementara sang “sesepuh”, bro Dony tampak sedang asyik menikmati kopi hangat di café di seberang stand Bogorianz.

Kamis, 24 Maret 2011

FamGath Bogorianz 2011 : Ada Deeeeeh........


 The big family of Bogorianz....

Keinginan untuk langsung meluncur ke Cinangneng saya batalkan, begitu teringat saya harus ke AHASS Adimitra di daerah Tajur. Bukan untuk servis atau tune up tiger saya, tapi untuk mengambil beberapa doorprize dari bengkel AHASS langganan saya itu. Doorprize-nya ternyata terdiri atas 3 amplop coklat besar yang dititipkan di warung depan bengkel. Bengkelnya sendiri sudah tutup. Saat sedang menaruh bungkusan door prize di dalam box belakang, di seberang jalan raya tajur terlihat sebuah tiger membunyikan klakson-nya. Sang biker yang ternyata bro Lucky Revo melambaikan tanggannya. Niat untuk meluncur bareng menuju tikum di ILP kami batalkan mengingat saya masih harus mencari beberapa perlengkapan untuk acara. Akhirnya bro Lucky pun meluncur duluan.

Senin, 03 Januari 2011

Garuda Tetap Di Dadaku

Kalah menang tetap Garuda!


Keponakan saya yang pembela timnas sejati mengirim saya SMS yang berisi dukungan terhadap timnas saat menghadapi Malaysia di partai final leg.2 piala AFF, demikian bunyinya :

Yel baru : GARUDA DI DADAKU !!! MALAYSIA GAK PUNYA MALU !!! KU YAKIN HARI RABU !!! LIMA SATU !!!

Dari bahasa tulisannya yang menggunakan huruf kapital dan 3 tanda seru, terlihat betapa semangatnya dia dalam memberi semangat. Dan akhirnya dia, seperti juga ratusan juta penduduk Indonesia, harus memendam kecewa, harapannya kandas saat akhirnya Indonesia gagal memboyong piala AFF.


Sabtu, 27 November 2010

10 Tahun HTML : Menembus Batas Kebencian.........

To Jogja for brotherhood : HTML goes to Adisucipto.


Tulisan ini saya turunkan selain untuk menanggapi tulisan bro Dinar, HTML 001 dalam “Sebuah Catatan : Seandainya Persaudaraan Itu Terjalin kembali”yang ditulis dalam akun facebooknya, juga sebagai sebuah refleksi kecil atas dasa warsa HTML. Sedikit ulasan mengenai tulisan tersebut, bahwa tulisan tersebut ditulis bro Dinar atas kegalauan hatinya mengenai beberapa intimidasi atas member HTML di daerah oleh club-club di daerah juga. Terakhir adalah “kasus Jogja” yang sampai sekarang, walaupun dinyatakan “case closed” tetapi masih banyak menyimpan banyak pertanyaan dan kekecewaan (buat sebagian member HTML). Berbagai pertanyaan, komentar dan analisa bermunculan sejak kasus ini mencuat hingga tulisan ini dibuat.

Kamis, 28 Oktober 2010

Sepuluh Tahun HTML!

Our brotherhood has no limit has already for 10 yers! 
(HTML di gunung Bromo)
 
Pengantar.
Masa lalu adalah masa lalu. Tapi orang bijak mengatakan bahwa masa lalu akan menentukan masa kini dan masa depan. Jargon tadi sepertinya pas banget untuk menggambarkan existensi HTML yang telah berusia 10 tahun ini. Ya, 10 tahun untuk ukuran sebuah komunitas motor bukanlah rentang waktu yang singkat. Juga bukan rentang waktu yang tanpa gejolak. Para pendiri HTML pasti tahu dan merasakan jatuh bangunnya perjuangan agar HTML tetap exis. Masa lalu bagi HTML ibarat menyalakan api kebersamaan yang dibangun atas rasa persaudaraan para pengguna motor honda tiger. Dan terbukti “api” itu makin menyala. Marilah kita berharap agar “api” itu bisa menjadi penerang bagi kondisi lalu lintas kita yang masih “gelap” ini. Guna sedikit mengingat awal mula berdirinya HTML 10 tahun yang lalu, berikut saya copy paste-kan untuk anda tulisan bro Dinar, HTML 001 yang saya sadur dari account facebook-nya. Terima kasih bro Dinar, selamat membaca dan Happy 10th aniversary HTML…!!!
****

Rabu, 06 Oktober 2010

SRC-GRC 2010 : Cikidang-Tikungan Tiada Akhir!

Minggir.... juragan pasir mau lewat!!


Saat mengetahui, bahwa turing ke Pelabuhan Ratu kali ini akan melewati Cikidang, memang sudah terbayang rasanya menikung dan meliuk-liuk ke kanan-kiri mengikuti arah belokannya yang tak kunjung usai itu. Terakhir kali saya menikmati jalur ini kira-kira setahun yang lalu waktu bersama Bogorianz mengikuti turing ke Ujung Genteng. Hanya waktu itu, pas melewati jalur ini malam hari, jadi tidak terlihat suasana kanan kiri jalan, hanya kegelapan. Berbeda dengan turing kali ini yang bakal dilaksanakan siang hari.

Bermula dari info di milis mengenai jadwal turing Bogorianz ke Pelabuhan Ratu tanggal 3 Oktober 2010. Semua member baru termasuk saya diwajibkan ikut. Turing kali ini selain disebut dengan turing halal-bihalal, juga mempunyai aspek lain yaitu sebagai ajang SRC-GRC (Safety Riding Course – Group Riding Course) makanya disebut juga dengan turing SRC-GRC 2010. Sasarannya tentu saja ya seperti yang saya sebut tadi itu, yaitu member-member baru yang akan mendapat NRA yang jumlahnya cuma 6 biji ini! Makanya dalam turing kali ini semua member baru akan menjadi petugas turing dan membuat kloter tersendiri, terpisah dengan para Bogorianz lainnya.

Senin, 04 Oktober 2010

Lady Biker Di Sekolah!

Nggak kalah dengan rider cowok...
(http://blogombal.org)


Sekitar lima atau sepuluh tahun yang lalu, populasi wanita yang menggunakan sepeda motor tidaklah sebanyak sekarang. Di waktu itu, kebanyakan wanita hanya memposisikan sebagai boncenger. Tapi tidak untuk sekarang. Populasi wanita yang menggunakan sepeda motor sudah jamak ditemui di jalan-jalan raya, baik di ibukota maupun di daerah. Jangankan sekedar jadi lady biker, yang jadi pembalap profesional pun sudah banyak. Wanita pengguna sepeda motor ini memang kebanyakan berusia muda. Malah bisa dikata, bahwa gadis remaja yang tidak bisa menaiki sepeda motor akan dicap ketingalan jaman oleh kawan-kawannya. Fenomena ini terjadi karena selain kemajuan jaman, tuntutan profesi, juga proses kepemilikan sepeda motor yang semakin hari semakin mudah, cukup dengan DP 500 ribu rupiah (malah ada yang lebih murah!) motor sudah bisa dibawa pulang. Tentu saja diikuti kewajiban membayar cicilan per bulannya he.. he…

Rabu, 08 September 2010

Trending : Sahur On The Road!

Berbagi kasih di bulan suci.
Image source : http://tickemayoranbiker.wordpress

 Dari tahun ke tahun, fenomena Sahur On The Road (SOTR) terasa semakin meriah saja. Tidak ada data yang jelas siapa pencetus dan penama kegiatan ini sehingga disebut sebagai Sahur On The Road. Berdasarkan pengamatan penulis, kegiatan SOTR ini masih didominasi oleh klub atau komunitas otomotif baik roda 2 maupun roda 4. Dan sepertinya dari klub atau komunitas otomotif inilah asal muasal penamaan kegiatan ini. Pelakunya pun didominasi oleh anak-anak muda. Terkadang kegiatan ini merupakan kegiatan kolektif atau kerjasama. Beberapa klub atau komunitas otomotif saling bekerja sama, menggandeng instansi/perusahaan/sponsor bahkan pihak kepolisian untuk mengadakan kegiatan ini.

Senin, 30 Agustus 2010

Turing Ramadhan, Turing Kuliner? Whatever-lah, Yang Penting Brotherhood!

 Parkir sembarangan gak dapat kolek!! (Ciawi-RM Joglo, persiapan  turing)


Asyik, ya, mungkin kata inilah yang paling tepat untuk menggambarkan suasana turing ramadhan kali ini. Bagaimana tidak, di setiap pemberhentian selama turing memang diadakan kegiatan yang asyik dan menjadi favorit Bogorianz. Kegiatan itu apalagi kalau bukan makan, gegares atau memamah biak he… he… Maka pantaslah kalau turing ini disebut juga sebagai turing kuliner!

Sepertinya memang tidak ada hubungannya antara turing dan bulan suci ramadhan. Tetapi kalau mau dihubung-hubungkan ya pasti bisa. Semisal bahwa pelaksanaan turing ini bertepatan dengan bulan suci ramadhan. Dan seperti HTML pusat yang mempunyai agenda rutin berupa Turing Napak Tilas, HTML Bogor alias Bogorianz juga mempunyai agenda rutin berupa turing ramadhan, selain tentunya ada turing halal bilhalal, turing awal tahun, turing akhir tahun, turing tengah tahun, dan turing bertahun-tahun, halllaaaahhh……!! Dan memang secara kekeluargaan, turing ini menjadi momen mempererat tali silaturahmi sesama Bogorianz. Member lama, member baru, member yang sering kopdar, jarang kopdar, member muda sampai member aki-aki berkumpul memeriahkan turing ini. Turing juga menjadi momen evaluasi, diskusi dan intropeksi mengenai banyak hal di Bogorianz, baik kepengurusan, organisasi hingga diskusi savety riding dan HSRT.

Selasa, 24 Agustus 2010

Menyesal (Pasti) Belakangan!

 Gak tega ngeliatnya!

 Beberapa waktu yang lalu saya pernah menulis mengenai hal-hal yang harus diperhatikan jika kita membonceng anak kecil (artikel komplitnya bisa klik disini) eh, sebuah kejadian menimpa salah satu murid TK saya. Kejadiannya persis yang saya khawatirkan dalam tulisan tersebut, yaitu bahaya membawa anak kecil dengan menempatkannya di dek depan sebuah motor matic. Saya bayangkan, Dia berdiri dengan gembira sambil berpeganganan di area sekitar stang tanpa menyadari bahaya yang mengintainya, demikian juga kakaknya, sang rider. Begitu motor direm, entah itu karena ada lubang di jalan, nenek-nenek nyebrang atau apalah, tentu saja sang anak akan terlempar tanpa sempat ditahan.

Jumat, 20 Agustus 2010

Hasil Sarasehan HTML V Lampung 2009

Pada 24 Juni 2009 15:53, dorri herlambang menulis:

Dear all..
Berikut ini adalah hasil2 sarasehan 2009 lalu. Mohon diperiksa khususnya yg berwenang dlm hal ini masing2 keterlibatan dalam komisi.
Btw, buat master komisi, tolong isi nama ketua sidangnya yg blum terisi.
Tks.. *ngelap kringet

-Dorri “Idhoy” Herlambang-

Hasil-Hasil Sarasehan V HTML
Lampung, 6 – 7 Juni 2009
Komisi I : Organisasi dan Kewilayahan
Master Komisi : M. Sulaiman
Ketua Sidang : Herman Himawan