Senin, 21 Juni 2010

VOC Ulang Tahun!

Aku ingin terbang tinggi, seperti elaaangggg...... (bro Ale's performance)

VOC yang satu ini jelas bukan sebuah maskapai dagang Belanda jaman penjajahan dahulu, tapi singkatan dari Vario Owner Club. Sebuah club sepeda motor jenis honda vario yang kebanyakan anggotanya masih berusia muda, beda dengan kita, HTML yang sudah banyak babe-babeh-nya he … he….. Dan VOC yang satu ini berulang tahun pada 29 Mei 2010 kemarin. Saya tidak tahu, ini ulang tahun yang keberapa, tapi sepertinya masih berusia cukup muda.

Sebelumnya sudah di posting di milis kalau kita diundang dan bakalan positif memenuhi undangan itu. Sebenarnya saya sudah memutuskan untuk tidak bergabung dengan teman-teman yang akan menghadiri acara tersebut, berhubung harus mengantar keluarga ke mertua di Leuwiliang sana. Dan 30 menit sebelum kita sekeluarga berangkat, hape saya berdering dan ternyata bapak korwil, bro Donny yang menelepon dan menanyakan kesediaan saya untuk bergabung ke HUT VOC. Berhubung yang menelepon sang sesepuh, saya tidak bisa menolak dan akhirnya memutuskan bergabung, tentu saja setelah ngedrop keluarga di mertua.

Selasa, 15 Juni 2010

Dulu Babi Sekarang Monyet!

Saat sedang mengendarai sepeda motor saya suka tertawa sendiri jika melihat stiker dengan beragam isi tulisan-nya. Dulu saat awal-awal saya bergabung dengan komunitas HTML (Honda Tiger Mailing List) di awal 2009-an, waktu itu sedang ngetren-ngetren-nya stiker dengan tulisan “cuma babi yang menerobos lampu merah”. Kenapa babi? Mungkin secara ilmu kebinatangan, babi adalah salah satu binatang yang “ndableg” alias keras kepala, yang kalau jalan tidak bisa nengok kiri kanan dan maunya jalan lurus terus. Ya, semacam celeng atau babi hutan dan sebangsanya itu. Masuk akal memang, sih…..

Minggu, 06 Juni 2010

Jika Si Kecil Harus Membonceng!

 Sebagai “pengamat” kondisi jalan raya, khususnya para pengendara roda dua, seringkali saya harus geleng-geleng kepala melihat keberanian para pengendara roda dua itu. Dimulai dari pelanggaran “biasa” seperti tidak menggunakan helm, belok tanpa aba-aba lampu sen, hingga mengendarai motor sambil asyik menelpon atau ber-SMS, termasuk juga sambil mendengarkan musik lewat mp3 player. Sadarkah mereka bahwa tingkah laku mereka sangat membahayakan, tidak saja buat diri mereka sendiri akan tetapi juga buat pengguna jalan raya yang lain (sok tua he.. he...). Jika dibuat list, mungkin akan banyak sekali bentuk pelanggaran yang dilakukan, maklum tertib dan disiplin belum menjadi budaya dan pola hidup masyarakat jalan raya kita. Mereka takut dan tertib hanya jika ada polisi yang merazia (yang frekuensi-nya semakin jarang). Pelaksanaan UU lalu lintas no.22 yang baru pun belum menampakan kekuatannya. Pak polisi-nya sepertinya masih cuek mendiamkan beragam pelanggaran di depan mata mereka. Sang biker pun mempertontonkan pelanggaran yang mereka lakukan dengan bangganya, duh!

Nah, akhir-akhir ini, di jalan raya saya semakin sering melihat para bapak, para ibu, para mbak, para kakak yang membawa anaknya, adiknya, keponakannya dan mungkin cucunya yang masih kecil bin imut di sepeda motor dengan cara yang sangat serampangan, ceroboh dan membahayakan.

Jumat, 07 Mei 2010

Bogorianz Goes To Gunung Pancar

Saat sedang membuka facebook saya banyak menemukan foto-foto kegiatan HTML Bogor saat mengikuti acara HTML Loves Earth : Two WheelsTwo Trees. Foto-foto tersebut saya temukan di akun-nya bro Earfun Zacko (sorry kalau salah sebut, abis susah banget namanya). Segera saja saya “sedot” habis foto-foto itu. Satu hal yang membuat saya kagum adalah bahwa beberapa foto-foto itu mempunyai angle pengambilan yang sangat bagus serta mampu “berbicara” banyak. Menandakan bahwa sang pemotret mempunyai ketrampilan dan teknik pengambilan gambar yang cukup profesional.

Rabu, 05 Mei 2010

Perjalanan Cinta Pangeran Cikaret

Perjalanan cinta bak sebuah kapal yang sedang berjalan
Setinggi apapun ombak yang bergulung
Sedalam apapun laut tersebrangi
Sejauh apapun benua terlewati
Suatu saat dia harus berlabuh dan membuang sangkar
................di sebuah pelaminan
                                        (Herry Wongkeb, Mei 2010)



Alkisah di sebuah kerajaan yang adil makmur sentosa, yaitu kerajaan Cikaret Raya, bertahtalah seorang raja yang arif bijaksana bernama Raja Dony Dwihandono. Sosoknya tinggi besar gagah perkasa dengan wajah yang tegas dan mengguratkan sisa-sisa ketampanannya di masa muda. Maklum, yang mulia raja kini sudah berusia 70-an tahun. Dia dicintai segenap warga kerajaan karena mampu membawa rakyatnya ke kehidupan yang penuh kedamaian dan kesejahteraan, tak ada korupsi, kolusi, nepotisme apalagi kasus pajak! Hanya saja, akhir-akhir ini wajah sang raja seperti bermuram durja. Setiap hari, sang raja selalu terlihat melamun seperti sedang memikirkan sebuah persoalan yang sangat pelik. Hal ini diketahui oleh sang Mahapatih Sonay, tangan kanan sekaligus panglima perang kerajaan. Sebagai orang yang berpengalaman dan sudah kenyang makan asam garam kehidupan, sang mahapatih sebetulnya paham dengan apa yang sedang mengganggu pikiran sang baginda raja.