Rabu, 31 Desember 2014

Jambore Bikers Nusantara-HUT HTML Ke-12






Dinar Ariefianto, HTML 001 menerima potongan tumpeng dari Panitia yang diwakili oleh bro Fajar Basuki



Malam tahun baru 2015 masih tersisa empat hari lagi, tapi malam itu, bunyi petasan dan pijar kembang api sudah mewarnai langit di area bumi perkemahan Ragunan. Bunyi dan ledakannya membahana menerangi langit yang sejak Sabtu siang memang tak kunjung cerah. Lagu selamat ulang tahun dari grup band Jamrud yang malam itu dibawakan oleh Lakita Band membuat seluruh biker yang memenuhi lapangan berjingkrak bersama dalam ritme yang meriah. Suara ngebas Abah TAB dan suara merdu Mellisa Al Latief yang malam itu didapuk menjadi MC terdengar harmonis melalui pengeras suara, saling bergantian senada seirama mengumandangkan nuansa bahagia, berkali-kali mengucapkan selamat ulang tahun kepada HTML. Ya, malam itu, bumi perkemahan Ragunan menjadi milik HTML yang sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 12. Acara yang dibesut dengan nama Jambore Bikers Nusantara itupun berlangsung dengan sangat, sangat meriah. Bisa dipastikan, acara ini merupakan penutup dari seluruh rangkaian acara anniversary bikers di tahun 2014 ini.
 

Jumat, 06 April 2012

Seminar Biker Bogor

B3, Biker Bogor Bersatu.

Minggu, 1 April 2012 kemarin, saya bersama beberapa teman HTML menghadiri sebuah acara seminar. Yang agak berbeda, seminar kali ini diadakan di sebuah gedung pemerintahan, yaitu di balai kota Bogor. Maka, kami bersama ratusan biker lainnya sekota Bogor yang terbiasa berkumpul di suasana “jalanan”, kali ini harus duduk rapi di tempat yang adem di ruang rapat 1 balai kota Bogor, selayaknya anggota dewan. Tapi tentu saja, namanya juga biker, tetap saja nuansa kebersamaan, persaudaraan,  keterbukaan dan kegokilan mewarnai jalannya seminar. Seminar yang bertajuk “Kesehatan dan Keselamatan Biker Serta Pemaparan Arah Perkembangan Lalulintas Kota Bogor dan diprakarsai oleh Terimal Biker ini memang penuh dengan materi-materi pembahasan per-biker-an yang berkembang di kota Bogor. Di sinilah kami para biker merasa bangga karena dilibatkan dalam berbagai kegiatan pemerintah.

Minggu, 12 Februari 2012

Oh My God....!

Yang muda yang bergaya, yang muda yang melanggar..... who's care?(pic :PR online)


Entah mengapa, akhir-akhir ini saya malas mengendarai motor untuk bepergian. Barangkali dengan semakin hilangnya rasa aman saat di jalan raya membuat nafsu mbejek gas semakin berkurang seiiring dengan rasa ketakutan yang semakin membesar. Bagaimana rasa takut tidak semakin membesar jika setiap hari, televisi, koran, atau bahkan obrolan sesama teman isinya berupa berita-berita kecelakaan yang semakin menjadi santapan sehari-hari. Korban terkapar semakin bertebaran seirama dengan tingkah polah pengguna jalan yang semakin semau gue.

Beberapa waktu lalu, saat menemui kemacetan parah di sekitar pasar Cibinong dalam perjalanan menuju Cibubur, seperti biasa saya langsung menduga pelakunya adalah oknum sopir angkot yang ngetem sembarangan. Dan ketika melewati pusat kemacetan, barulah saya ngoh ternyata penyebabnya adalah karena kecelakaan. Sepertinya kecelakaan tunggal, karena saya hanya melihat satu motor yang tergeletak di pinggir jalan. Tidak jauh dari motornya, diantara kerumunan manusia yang menyemut, sang biker hanya terlihat ujung kedua kakinya, jari-jarinya sudah kaku memutih, kotor oleh debu dan sedikit darah, terbaring kaku tertutup koran. Sepatunya menghilang seiring dengan nyawanya menghadap sang khalik. Pemandangan sekilas yang hanya berlangsung sekian detik itu langsung mengurutkan niat saya untuk menggeber gas selepas kemacetan.

Kamis, 27 Oktober 2011

(Di Jalan Raya) Betapa Dekatnya Kita Dengan Maut!

Sebenarnya bisa dihindarkan....

Judulnya jelas sangat berarti dan pasti diiyakan oleh mereka yang peduli akan savety riding. Mungkin juga akan dicuekin oleh mereka yang berprinsip “motor aing kumaha aing”. Tapi peduli atau tidak, sadar atau tidak sadar, kecelakaan di jalan raya bagaikan pemangsa yang siap sedia menunggu kelengahan kita. Bahkan baru-baru ini Marco Simoncelli, pembalap motoGP yang balapan dengan standar keamanan tertinggi di duniapun terenggut jiwanya menyusul Daijiro Kato yang meninggal dunia di even yang sama tahun 2003 silam. Tidak perlu diceritakan betapa tragisnya saat Simoncelli tertabrak motor rivalnya setelah terguling di aspal dengan helm terlepas dari kepala, atau betapa mengerikannya melihat motor Daijiro Kato yang hancur berkeping-keping saat menabrak dinding pembatas lintasan.

Kamis, 13 Oktober 2011

Turing THB HTML Bogor : Meraung Dalam Kesunyian.......

 Deru macan membelah sunyinya hutan.
Menyatukan nafas kami dengan rumput dan pepohonan.
Tiada kata terucap selain mata tajam menatap.
Menembus malam dalam indahnya pekat.
Sebuah kebersamaan bersama para sahabat……..
(Sebuah malam di jalur pameungpeuk-cianjur selatan, turing THB Bogorianz 2011)

Apa yang para biker bayangkan sewaktu menyusuri jalan berliku dan merasakan terpaan angin sewaktu melampiaskan sebuah hasrat maskulin bernama turing? Apakah mereka membayangkan dirinya menjadi Valentino Rosi, Casey Stoner atau Jorge Lorenso yang kemampuan manuvernya merajai sirkuit motoGP? Barangkali ada juga yang membayangkan dirinya bak Ali Topan, pemuda yang gemar mengendarai motor mengejar kebebasan. Kalau saya jelas memilih sebagai diri saya sendiri, seorang manusia yang ternyata memiliki keterbatasan. Hasrat untuk terus melaju demi mengejar sunrise dan hembusan sejuk angin pagi di pantai Pangandaran pupus sudah disaat perjalanaan turing kesana terpakasa dihentikan karena rasa kantuk dan lelah yang tidak bisa diajak kompromi. 5 jam melaju diatas tiger sejak kami berangkat dari Tajur Bogor jam 10 malam dan kemudian menyusuri jalur Puncak, Cianjur, Bandung, Cilenyi ternyata sudah cukup menguras energi. Setelah mata tidak bisa fokus melihat kendaraan di depan termasuk melihat tiger bro Wahyu yang melaju 2 meter di depan saya, terpaksa saya harus mengangkat tangan kiri, tanda saya harus berhenti. Bro Eko, sang sweeper yang dengan setia membuntuti saya di belakang sejak saya mengurangi speed sigap menghampiri. Setelah saya jelaskan bahwa saya tidak kuat lagi meneruskan perjalanan, segera saja dia menarik handle gas mengejar sebagian rombongan yang terus meluncur di depan.