Senin, 01 Maret 2010

Aku Benci Polisi Ini!

Untuk yang kesekian kalinya saya harus mengumpat (kadang dalam hati, kadang di luar hati alias ada suara yang keluar) kepada polisi yang satu ini. Sosoknya yang keras dengan tonjolan otot sepanjang tubuhnya memang hanya bisa membuat saya cuma bisa mengumpatnya setelah melewati keberadaannya. Nggak kebayang deh, kalau dia berdiri terus menimpakan ototnya itu ke badan saya ini. Walaupun saya termasuk kekar dan bongsor tapi dijamin saya bakalan “tepar” dan “klepek-klepek”….!! Belum lagi sikapnya yang super cuek membuat saya membathin, ah-percuma ngomong ama dia. Sering saya menemukan sosoknya sepanjang saya mengendarai motor di jalanan ibukota ini, bahkan hingga ke daerah. Heran, nih polisi rajin amat, hingga jajahan tugasnya sepanjang tanah air.




  Hanya saya jarang menemukan sosoknya di jalanan yang masuk kategori jalan besar, apalagi jalan tol. Dia lebih sering berada di jalan-jalan kecil hingga sedang. Dan kebanyakan di sepanjang jalan yang padat dengan perumahan. Tugas polisi yang satu ini memang hanya satu, yaitu mengurangi laju kendaraan baik roda dua, roda tiga, roda empat atau roda banyak lainnya yang lewat di atasnya. Di atasnya? Ya, polisi yang saya maksud adalah poldur alias sleeping police alias polisi sare alias polisi tidur!


Belakangan ini, saya memang makin keki bin kesel dengan polisi tidur ini. Keberadaannya saya lihat makin lama makin jor-joran alias sa-enak udhele dhewek! Bayangkan lagi enak-enaknya narik gas menambah laju si tigy, eh, “mak bedundut”, ujug-ujug harus mengerem mendadak karena si polisi tidur tahu-tahu melintang di depan mata tanpa komando siapapun. Mending kalau masih sempat menarik tuas rem, kalau telat sedikit saja bakalan melompat-lah si tigy dengan hentakan yang sangat tidak nyaman. Terkadang disertai sedikit kepanikan karena pantat mendadak melompat dan tangan serasa lepas dari setang. Jika disertai dengan kecepatan yang lumayan tinggi dijamin saya atau anda bakalan lepas kontrol dan andapun dengan sukses mendarat di tanah dengan pose yang bisa anda pilih sendiri, duduk, nungging, rebahan, terlentang atau salto! Gedubrak deh!!

Saat asyik berkendara memang terkadang kita tidak bisa melihat sosok si polisi tidur karena tidak dicat dengan warna menyolok. Terkadang ada yang sedikit “profesional” dengan mengecat hitam-putih, tapi jarang banget. Kebanyakan ya asal bikin dengan warna abu-abu semen atau aspal senada dengan warna jalan. Hasilnya banyak orang kaget karena tahu-tahu kendaraan melonjak secara mendadak dan mengezutkan!

Memang sih, maksud dari pembuatan polisi tidur ini memang mulia, yaitu mengurangi kecepatan kendaraan yang melintas di atasnya sehingga mengurangi kemungkinan menabrak anak-anak yang banyak bermain di sepanjang jalan kompleks. Juga mampu mencegah penjambret, pencuri, pencoleng untuk ngebut sehingga lebih mudah ditangkep untuk memudian digebukin sampai bonyok! Polisi nyebelin ini sering saya jumpai sepanjang perjalanan, baik ke kerjaan, ke rumah teman, ke kopdaran, ke rumah mertua di kampung, pokoke dimane-mane! Di jalan lurus, jalan berkelok, jalan menurun, bahkan jalan menanjak! Alamaaaak….

Melihat fenomena jor-joran dalam pembuatan polisi tidur ini, saya pun iseng mencari informasi mengenai polisi tidur ini di internet. Dan lewat mbah google, saya menemukan ribuan informasi. Baik di blog, web ataupun di berbagai forum. Dan kebanyakan memang senada dengan pendapat saya yaitu mengenai pembuatan dan penempatan si polisi malas ini. Jadi saya merupakan orang yang kesekian ribu dibuat sewot dengan si polisi tidur ini.
Jadi berdasarkan survey di sana-sini, web sana web sini, blog sana blog sini berikut hal-hal yang berhasil saya sarikan mengenai si poltak eh si poldur ini :
1. Pembuatan polisi tidur ini ternyata ada dasar hukumnya lho, yaitu Keputusan Menteri Perhubungan nomer 3 tahun 1994 tentang alat pengendali dan pengaman pemakai jalan. (Gak ada masalah)
2. Polisi tidur hanya boleh dibuat di jalan lingkungan pemukiman atau jalan lokal kelas IIIc dan jalan yang sedang dilakukan pengerjaan kontruksi. (Agak nggak jelas mengenai kategori jalan IIIc, tapi kalau melihat keterangan sebelumnya berarti jalan yang tidak terlalu lebar dan berada di lingkungan pemukiman, kompleks perumahan atau real estate gitu lah, yang ini nggak ada masalah juga!)


3. Lokasi dan jumlah polisi tidur harus disesuaikan dengan manajemen dan rekayasa lalulintas, yaitu instansi terkait seperti DLLAJ dan orang yang ahli dalam rekayasa alulintas. (Nah ini dia coiii… Yang mau bikin poldur, boro-boro menghubungi DLLAJ, yang dihubungi ya pasti cuman toko material guna mesen pasir ama semen!)
4. Penempatan poldur harus didahului dengan pemberian tanda. (Haayyyaahhh, boro-boro ada tanda kalau bakalan ada poldur!)
5. Sepanjang tubuh si poldur harus diberi tanda dengan garis-garis serong/miring (cat) berwarna putih (lebar garis 20 cm) jarak antar garis 30 cm. (Yang ini kadang ada kadang ora ono, tergantung budget di RT, masih bisa beli cat ama kuas atau enggak)
6. Ketinggian poldur 12 cm, dengan kedua sisi landai sebesar 15 derajat.
7. Lebar poldur munimal 15 cm.
(Poin 6 ama 7 juga satu kalimat : boro-boro mikirin bentuk, aturan atau estetika poldur. Yang ada ya main ceplok, main tempel, main bikin serta main sorakin jika ada motor atau mobilnya yang ngejoblak karena melintas di atas poldur. Malahan disyukurin sambil diomelin. Gini deh kira-kira : mangkanya mas, jangan ngebut-ngebut! Tuh akibatnya, rasain….!!! Sakiiittttttt, sakiiiiiittttthhh!!!

Sedikit tips buat ngadepin si polisi tidur :
1. Hati-hati, tahan kecepatan jika melintas di jalan yang belum kita kenal.
2. Konsentrasi, baik pikiran dan pandangan ke arah jalan, jangan ngelamunin yayang, apalagi sambil telepon-an atau sms-an, kalau yang ini dilakukan dan jatuh karena poldur malah saya ikut nyukurin!
3. Cek lampu kendaraan jika jalan malem, supaya kondisi jalan terpantau dengan jelas, termasuk keberadaan si poldur ini.
4. Persiapkan peralatan savety riding di badan anda (helm, sarung tangan, jaket, celana panjang, sepatu, hand guard, elbow and knee protector, bila perlu pake rompi anti peluru biar mirip Keanu Reeve di Speed!
4. Kalau sudah jatuh karena si poldur, bangunlah dengan berwibawa dan senyum mengembang dan jangan nyalahin siapa-siapa, bisa-bisa anda malah dikeroyok warga!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar