Rabu, 06 Oktober 2010

SRC-GRC 2010 : Cikidang-Tikungan Tiada Akhir!

Minggir.... juragan pasir mau lewat!!


Saat mengetahui, bahwa turing ke Pelabuhan Ratu kali ini akan melewati Cikidang, memang sudah terbayang rasanya menikung dan meliuk-liuk ke kanan-kiri mengikuti arah belokannya yang tak kunjung usai itu. Terakhir kali saya menikmati jalur ini kira-kira setahun yang lalu waktu bersama Bogorianz mengikuti turing ke Ujung Genteng. Hanya waktu itu, pas melewati jalur ini malam hari, jadi tidak terlihat suasana kanan kiri jalan, hanya kegelapan. Berbeda dengan turing kali ini yang bakal dilaksanakan siang hari.

Bermula dari info di milis mengenai jadwal turing Bogorianz ke Pelabuhan Ratu tanggal 3 Oktober 2010. Semua member baru termasuk saya diwajibkan ikut. Turing kali ini selain disebut dengan turing halal-bihalal, juga mempunyai aspek lain yaitu sebagai ajang SRC-GRC (Safety Riding Course – Group Riding Course) makanya disebut juga dengan turing SRC-GRC 2010. Sasarannya tentu saja ya seperti yang saya sebut tadi itu, yaitu member-member baru yang akan mendapat NRA yang jumlahnya cuma 6 biji ini! Makanya dalam turing kali ini semua member baru akan menjadi petugas turing dan membuat kloter tersendiri, terpisah dengan para Bogorianz lainnya.


Maka kurang lebih jam 7 pagi saya sudah sampai di GOR Pajajaran sebagai tempat tikum. Di lokasi sudah terlihat dua “ekor” tiger bersama para penunggangnya yaitu bro Dede dan bro Kiki. Bro Dede terlihat sedang duduk-duduk santai sedang bro Kiki terlihat sedang menyikat bubur ayam. Berturut-turut muncul 2 member baru lainnya yaitu bro Jeje dan bro Adin, menunggangi tiger ijo lumut dan tiger hitamnya. Walaupun bro Adin terlihat sedikit kurang sehat akibat batuk, sepertinya semuanya sudah siap turing. Di 15-an menit berikutnya sambil kami mempelajari buku GRC muncul para Bogorianz lainnya sebagai calon supervisor kita. Mereka adalah bro Agil-sang wakorwil, bro Uchu-sang modar, bro Ical, bro Black, bro Enjup, bro Sandi dan bro Dimas yang ternyata tidak menyertai kita ke Pelabuhan Ratu. Terakhir muncul bro Eko yang datang sedikit terlambat akibat penutupan jalan dibeberapa ruas jalan di Bogor.

Persiapan di GOR Pajajaran, berkenalan dengan RC baru!

Setelah saling bersalam-salaman, berpelukan, bermesra-mesraan, tabok-tabokan dan utang-utangan, persiapan turing pun dimulai. Kita 6 member baru dipasrahi untuk mengatur kloter tersendiri serta mengisi form turing sendiri, pokoknya serba mandiri! Jalur turing sudah ditentukan dari awal yaitu Bogor – Cihideung – Cikidang – Sukabumi – Pelabuhan Ratu. Rest poin cuma ada satu yaitu di sebuah warung di tengah-tengah jalur Cikidang. Berdasarkan kesepakatan member baru, maka dibentuklah petugas turing sesama kita sendiri yaitu : RC : bro Eko, SO : bro Jeje, VO : saya sendiri, Sweeper : bro Kiki, sedang bro Adin dan bro Dede sementara menjadi peserta.

Setelah segalanya dirasa lengkap baik peserta, motor dan segala perlengkapannya, kami pun melakukan briefing dan berdo’a untuk selanjutnya tepat jam 08.30 langsung meluncur keluar dari GOR Pajajaran. Jalur di dalam kota bogor terasa tidak terlalu ramai. Demikian juga cuaca sangat cerah. Perjalanan sangat lancar dan kloter kami melaju dengan sedikit kencang. Mungkin untuk menunjukan kepada para supervisor bahwa kita para member baru pun tidak kalah hebat menjadi petugas turing he.. he.. Semua kode-kode dan formasi turing kami praktekan. Ada yang yakin ada juga yang ragu-ragu. Memasuki jalan raya Sukabumi selepas Cihideung, kewaspadaan kami tambah. Maklum jalur ini termasuk jalur ramai. Jalanan mulai penuh dengan berbagai jenis kendaraan baik yang kecil seperti roda dua, angkot, mobil pribadi hingga mobil-mobil besar seperti bus, truk bahkan tronton. Beberapa kali para supervisor, baik bro Agil maupun bro Black yang berboncengan dengan bro Uchu mendahului, baik untuk membuka jalan ataupun untuk mengawasi kloter kami yang terkadang terpecah akibat kondisi jalan yang makin ramai.

Setelah beberapa lama menempuh jalur jaln raya Sukabumi yang makin lama makin padat, kami pun belok kanan menuju jalur Cikidang. Jalur ini merupakan favorit bagi para peturing yang akan menuju daerah Sukabumi dan sekitarnya. Dan situasi jalan seperti yang saya bayangkan di awal tulisan pun terpampang. Sepanjang jalur ini memang penuh dengan tikungan. Malah bisa dibilang tidak ada jalur lurusnya. Bahkan tikungan disertai tanjakan dan turunan pun kompit! Terkadang disertai pasir, kerikil dan tanah yang cukup membahayakan jika speed terlalu tinggi. Tapi secara keseluruhan, kondisi jalur ini bagus, karena semua sudah diaspal ataupun hot mix. Kami semuapun menikmati jalur ini dengan meliuk-liukan badan dan motor kami ke kanan dan kiri terus menerus.

Setelah kurang lebih 30 menit menikmati jalur ini, kira-kira di pertengahan jalur, kami pun sampai di rest poin yaitu sebuah warung, guna beristirahat dan mengecek kendaraan masing-masing. Terlihat “kuping” tiger bro Enjup yang hampir terlepas akibat bautnya yang copot. Di tempat ini kami pun mengisi perut dengan jajanan yang ada, semisal tahu goreng, lontong dan minuman botol. Saat beristirahat itu, menyusul 2 orang Bogorianz yaitu bro Farhan dan bro Dona. Kami berisitirahat di tempat ini sembari foto-foto selama kurang lebih 30 menit, setelah itu kami pun bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Sebelumnya kami briefing terlebih dahulu guna mengganti kepetugasan turing. Hasilnya adalah RC : tetap bro Eko, SO : bro Kiki, VO : bro Dede. Kali ini saya kebagian menjadi sweeper. Sedang bro Adin dan bro Jeje menjadi peserta.

Rest poin 1 : Jalur Cikidang

Perjalanan pun dilanjutkan. Selepas warung, sang SO, bro Kiki pun sukses meninggalkan rombongan alias menghilang tanpa jejak karena langsung tancap gas! He.. he… mungkin sudah nggak sabar melihat pelabuhan ratu. Setelah beberapa kali disusul oleh supervisor bro Black dan bro Enjup akhirnya terlihat juga bro Kiki yang sedang menunggu di depan sambil senyam-senyum. Barangkali dia habis survey jalan tuh…..

Selanjutnya tidak ada hambatan yang berarti selama perjalanan, kecuali jalanan tikungan yang nggak habis-habisnya! Memasuki daerah pantai Pelabuhan Ratu, bro Sandi memisakan diri karena akan pulang ke rumah orang tuanya di sukabumi, bye-bye bro… Sekitar pukul 11 siang kami pun sudah sampai di pelabuhan ratu. Segera saja telinga saya dimanjakan oleh bunyi deburan ombak dan kicauan burung laut. Di tujuan akhir turing, di sebuah saung yang teduh dan deretan warung kami pun menghentikan laju motor kami dan memarkirnya di pasir pantai Pelabuhan Ratu. Tidak lupa kami ganjal standar tiger dengan balok kayu atau batu supaya tidak ambles. Sepertinya tempat ini adalah tempat yang sama sewaktu kita istirahat saat turing ke Ujung Genteng setahun yang lalu. Di tempat ini menyusul 1 orang Bogorianz lagi yaitu bro Erwan.

Siang itu, pantai Pelabuhan Ratu terlihat sangat cerah. Suasananya tidak terlalu ramai, padahal hari minggu. Telihat banyak keluarga maupun pasangan muda-mudi yang berjalan-jalan di pantai yang berpasir lembut itu. Pantainya cukup bersih dengan ombak yang bergemuruh lembut terus menerus.

Acara selanjutnya adalah istirahat, makan siang, sholat dan evaluasi turing. Pada saat evaluasi turing ini terjadi dialog dan tanya jawab antara kita member baru dengan para HSRC Bogorianz diantaranya bro Agil, bro Black dan bro Ical yang sudah bangkotan turing. Beberapa hal yang patut dicatat disini diantaranya :
-Petugas turing agar dilengkapi, yaitu selain SO, VO, sweeper masih ada petugas lain yaitu TO alias technical Officer dan petugas kesehatan.
-Diperhitungkan juga perihal boncenger, untuk antisipasi jika ada peserta turing yang tidak kuat meneruskan dalam mengendarai motor.
-Dibahas pula mengenai kode-kode turing dan kapan menerapkannya selama perjalanan turing.
-Dibahas pula mengenai berbagai situasi dan kondisi jalan dan pengguna jalan raya yang unpredictible dan bagaimana mengantisipasinya.
-Dibahas pula sikap dan riding skill kita agar selalu siap, sigap, tenang dan tidak emosional.
-Dibahas pula mengenai pelarangan penggunaan sirine dan strobo di HTML.
(Evaluasi turing sempat terhenti karena hujan deras yang mengguyur pantai yang membuat kami sibuk menyelamatkan jaket atau helm. Untung hujan segera berhenti setelah 30 menit)

Selalu turing kuliner!

Waktunya ujian : dosen dan mahasiswa sama-sama narsis.....

Setelah evaluasi turing, acara selanjutnya adalah pengecekan administrasi kami sebagai calon anggota yang akan menerima NRA (Nomor Resmi Anggota) oleh tim sidat yaitu bro Farhan dan bro Erwan. Kelengkapan administrasi meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan sampai kelengkapan dan bukti bahwa kami aktif di milis, baik milis pusat maupun milis satelit. Di sini bro Agil mengingatkan kami agar kami tetap aktif di milis karena basis HTML adalah dunia internet yaitu milis, bukan facebook ataupun SMS center.

Biker juga manusia!

Acara terakhir dari keseluruhan proses mendapatkan NRA adalah wawancara. Di sini kami ditanya mengenai seberapa dalam kami memahami HTML beserta prinsip-prinsipnya, juga seberapa serius kami berniat bergabung di HTML Bogor ini. Kami pun dipanggil satu-satu, dimulai dari bro Eko, bro Dede, bro Jeje, saya sendiri, bro Adin dan terakhir adalah bro Kiki. Jadi inget pas ujian skripsi dulu he.. he.. Beginilah prosedur mendapatkan NRA HTML ala Bogorianz. Tidak cukup hanya dengan kopdar 6 kali, tapi juga harus discreening dalam banyak aspek. Dari kesiapan mental, kedewasaan berkendara hingga kejelasan maksud dan tujuan bergabung. Tidak ada push up, cebur-ceburan atau adu nyali dan semacamnya. Semuanya bersifat edukatif. Dan berhubung adanya kesibukan, bro Erwan dan bro Jeje pamit meninggalkan lokasi terlebih dahulu disaat proses wawancara.

Setelah semua calon member baru selesai diwawancarai, kami pun bersiap-siap meninggalkan lokasi guna kembali ke Bogor. Tidak lupa semuanya membayar makanan yang sudah diembat karena dari tadi si teteh pemilik warung sudah mondar-mandir melototin kita semua. Setelah itu semuanya pun melakukan ritual yang sangat penting yaitu foto-foto! Semua gaya pun dikeluarkan, dari gaya normal sampai gaya yang tidak normal….!!

Sekitar jam 5 sore, kami pun meninggalkan Pelabuhan Ratu. Kali ini kepetugasan diambil alih oleh pengurus langsung. Bro Agil yang menjadi SO pun memimpin kami guna kembali menyusuri jalan raya Sukabumi-Cikidang-Bogor. Menjelang jalur Cikidang, kami harus berhenti beberapa saat menunggu perbaikan tiger bro Farhan yang sedikit trouble. Perjalanan pulang dimana langit sudah semakin gelap membuat kami makin berhati-hati terutama saat menyusuri kembali jalur Cikidang. Untunglah menjelang malam itu, cuaca bebas dari hujan. Di sekitar Parung Kuda, kami berhenti di sebuah POM bensin untuk beristirahat dan menunggu kondisi jalanan agak kondusif karena malam itu angin bertiup sangat kencang, mati lampu pula.

Yes, we are HTML-ers!

Setelah beristirahat sekitar 30 menit dan menikmati kacang rebus, kami pun meneruskan perjalanan pulang. Saat mereka belok kiri melalui cihideung menuju Bogor, sayapun melaju lurus menuju Ciawi. Tidak sempat melambaikan tangan dikarenakan lalu lintas yang sangat padat disertai hujan gerimis… See you brother…!!!

Reported by : Herry Wongkeb

4 komentar:

  1. manstab gan...
    copas buat di web KHTI ya..

    BalasHapus
  2. Mantabbbbb........

    BalasHapus
  3. @gie's : Monggo bro, biar wajah-wajah Bogorianz jadi makin beken he.. he..

    BalasHapus