Rabu, 08 September 2010

Trending : Sahur On The Road!

Berbagi kasih di bulan suci.
Image source : http://tickemayoranbiker.wordpress

 Dari tahun ke tahun, fenomena Sahur On The Road (SOTR) terasa semakin meriah saja. Tidak ada data yang jelas siapa pencetus dan penama kegiatan ini sehingga disebut sebagai Sahur On The Road. Berdasarkan pengamatan penulis, kegiatan SOTR ini masih didominasi oleh klub atau komunitas otomotif baik roda 2 maupun roda 4. Dan sepertinya dari klub atau komunitas otomotif inilah asal muasal penamaan kegiatan ini. Pelakunya pun didominasi oleh anak-anak muda. Terkadang kegiatan ini merupakan kegiatan kolektif atau kerjasama. Beberapa klub atau komunitas otomotif saling bekerja sama, menggandeng instansi/perusahaan/sponsor bahkan pihak kepolisian untuk mengadakan kegiatan ini.


Format kegiatan ini pun sekarang lebih variatif. Kalau dahulu hanya sekedar membagikan makanan untuk sahur kepada yang membutuhkan (kaum miskin di pinggir jalan atau petugas yang bertugas di malam hari) sekarang kegiatan banyak ditambah dengan santunan berupa dana atau sembako tidak saja kepada mereka yang berada di jalanan tetapi langsung mendatangi semisal panti sosial atau rumah yatim piatu.

Seiring dengan makin canggihnya media infromasi, maka kegiatan ini sekarang tidak didominasi di ibukota saja. Di daerah-daerah, kegiatan ini sudah jamak dilakukan. Bahkan sekarang sekolah-sekolah, klub-klub non otomotif, berbagai komunitas dan milis pun tidak ketinggalan mengadakan kegiatan ini. Mungkin mereka serasa ketinggalan jaman atau apa lah, kalau tidak mengadakan kegiatan SOTR ini.

Kegiatan ini memang awalmya murni ibadah dan sosial. Tetapi jika tanpa konsep yang jelas dan tanpa pengawasan serta kontrol, ditakutkan kegiatan ini hanya sekedar mengikuti tren atau ajang hura-hura saja. Kegiatan ini pun sudah banyak memakan “korban” akibat tidak disertai kedewasaan dan rasa saling pengertian serta masih mementingkan sikap arogansi. Contoh beberapa kejadian yang malah merugikan sebagai efek dari kegiatan SOTR ini :
1. Kemacetan akibat konvoi kendaraan peserta SOTR.
2. Bentrok atau tawuran di jalanan akibat senggolan atau hal sepele lainnya.
3. Kecelakaan akibat tidak tertibnya para peserta SOTR seperti tidak mengenakan helm atau berboncengan 3 bahkan 4.
4. Sebagian warga malah merasa terganggu dengan kegiatan ini karena selama konvoi mereka malah berisik dengan membunyikan klakson atau main geber gas (jangan-jangan malah ada yang free style juga!). Penulis malah pernah melihat tayangan di sebuah stasiun tv, dalam sebuah kegiatan SOTR, ada yang menyewa truk dan di atasnya sebuah grup band lengkap sedang beraksi memainkan musik!
5. Keracunan akibat makanan yang dibagikan dalam SOTR tidak bersih atau terkontaminasi.


Tetap tertib, tetap savety....

Image source : http://www.kapanlagi.com 

Sehubungan dengan efek negatif dari kegiatan ini, sebagian tokoh malah menganggap kegiatan ini lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Aparat kepolisian pun sekarang lebih tegas dan selektif dalam memantau kegiatan ini. Di beberapa daerah untuk mengadakan kegaitan ini harus memperoleh ijin dan dikawal oleh aparat kepolisian. Beberapa orangtua juga khawatir akan keselamatan anaknya jika mengikuti kegiatan ini. Dan yang jelas, waktu belajar akan tersita karena terkadang kegiatan ini berlangsung hingga menjelang pagi.
Jadi jika klub, komunitas, kantor, kampus atau sekolah anda berniat mengadakan SOTR dalam konvoi kendaraan yang berjumlah cukup banyak, silahkan memperhatikan hal-hal berikut :
1. Tidak ada salahnya minta ijin dan pengawalan polisi.
2. Persiapkan jalur, target dan program sebaik mungin.
3. Savety riding is nomero uno alias number one! Helm, kelengkapan surat dan kondisi motor oke serta wajib tertib lalu lintas.
4. Tertib selama konvoi, hindari main klakson atau menggeber-geber gas.
5. Tetap bersikap dewasa dan tidak arogan selama kegiatan.
6. Pastikan kondisi makanan sahur yang dibagikan dalam kondisi sehat (biarkan salah seorang biker mencoba dulu, jika ia keracunan, batalkan!).
7. Pilih jalur konvoi yang aman dan tidak padat, jika terjebak kemacetan tetap sabar dan tidak emosi.
8. Hindari kegiatan yang mengotori kegiatan mulia ini (teriak-teriak, arogan, berisik, mengejek dan narsis yang berlebihan, seperti berfoto dengan mimik bangga disamping kaum duafa yang anda beri makan sahur!).
9. Hati-hati dalam memberi makan sahur kepada yang tidak anda kenal. Tidak semua orang mau menerima sumbangan makan sahur anda. Bisa-bisa malah do’i tersinggung, emang ane orang susah apa!

Terakhir, brother and sister, untuk memuliakan bulan ramadhan ini, masih banyak kegiatan yang dapat dilakukan. Tidak cuma SOTR. Jadi, saat SOTR ini terasa sudah tidak murni dan kondusif ini, pilihan kegiatan di bawah ini bisa menjadi pilihan :
1. Pengumpulan dana, infaq dan sodaqoh untuk fakir miskin, anak yatim (piatu), kaum dhuafa, panti asuhan, dll.
2. Donor darah dan pengumpulan dana untuk mereka yang menyandang penyakit dengan biaya kesembuhan tinggi seperti kanker, hemofili, thalasemia, dll. Hampir setiap penderita ada kok yayasannya dan mereka sangat-sangat membutuhkan biaya.
3. Buka bersama dengan mengundang fakir miskin, syukur-syukur pulangnya dibekelin amplop juga!

Penulis mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa dan selamat hari raya idul fitri 2010, mohon maaf lahir dan bathin.

Post by Herry Wongkeb.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar